Senin, 13 Januari 2014

Rangkaian Kata #WFFB



FanFiction ini diambil dari novel Refrain dan Remember When karya Winna Efendi.

Kamu sempat buatku berpikir semua yang kita punya nyata.
Kamu dan semua kata-katamu semua palsu.
Kau pernah bilang aku istimewa di hidupmu.
Takkan ada yang mampu gantikan cintaku padamu.
Kau tatap mataku kau bilang hatimu untukku.
Kau berjanji padaku takkan pernah pergi dariku.

Lagu rangkaian kata dari Gita Gutawa yang baru-baru ini ngehits di beberapa radio sedang mengalun indah di telingaku. Cuaca sore yang mendung hampir menyerupai suasana hatiku sepertinya. Aku menunggu seseorang disini, tapi bukan Oliver. Ah! aku medengus setiap kali harus mengucap nama lelaki itu. Oliver kemana dia, mengapa dia harus pergi? kenapa dia harus menghilang dengan cara seperti ini dan membuatku kini harus menunggu layaknya orang kehilangan arah. Aku yang sekarang seperti orang yang kehilangan sebelah ginjalnya. Tak bisa bergerak, bernafas apalagi tersenyum. Tidak ada lagi warna-warna pelangi di hidupku yang ada hanya hitam-putih-abu-abu. Kemana dirimu Oliver? sedang apa dan dimana kamu. Untuk kesekian kalinya aku melakukan hal yang sama selama beberapa bulan ini setelah pengakuan Oliver yang tidak jelas alasannya menurut akal sehatku.

"Freyaaaaaaaa!"

Suara cempreng Niki kini sungguh mengganggu fokusku pada layar monitor. Niki sahabatku sejak duduk di bangku SMA adalah perempuan yang periang, penuh tawa, cantik, anggun tapi hanya terkadang disaat tertentu ketika dia harus terpaksa memakai heels. Kadang aku suka berpikir mengapa dia sangat membenci heels padahal heels itu adalah hal yang wajib banget di pake kaum hawa di dunia, tapi dia sepertinya sudah memasang tulisan "I HATE HIGH HEELS" di dahinya. Niki menyukai dunia fotografi, dia sudah mengeluti bidang fotografi dari kelas 1 SMA. Sekarang aku dan Niki sah menjadi mahasiswa sastra di Universitas Gadjah Mada Jogjakarta. Sudah 3 tahun ini Niki dan kamera Canon DSLR yang menggantung di lehernya setia menjadi teman baikku disaaat hunting foto di kota gudeg ini. Aku dan Oliver biasanya yang menjadi model jepretan tangan gadis tomboy yang kemana-mana selalu pakai sneakers biru dongker yang sudah lusuh itu. Tapi itu dulu, ya itu dulu ah lagi-lagi aku harus throwback. Aku mendengus kesal.

***


"Berisik banget sih lo ganggu konsentrasi gue buat nulis tau nggak"


"Ya ampun hari gini masih ajah tuh olahraga jari hahaha"

Weekend adalah hari ternyaman untuk menulis di blog pribadiku, biasanya aku menulis cerpen atau kegiatan sehari-hariku dan pastinya disertai foto-foto hasil jepretan Niki. Aku suka sekali menulis karena dari kecil aku bercita-cita ingin menjadi penulis seperti Dewi Lestari dan setelah aku menemukan passionku di bidang ini akhirnya aku memberanikan diri untuk muncul di dunia pembloggeran.
HummingBird terlihat sepi minggu sore ini padahal biasanya cafe ini sangat ramai di datangi para remaja jogja. Cafe ini adalah tempat favoritku untuk menulis, di temani segelas caramel frappio dan red velvet cake aku betah berlama-lama menulis disini. Biasanya aku di temani Oliver ketika aku butuh moodbooster untuk merangkai kata-kata. Tapi sekarang sepertinya dia hanya tinggal bayangan di mataku. Oliver entahlah bagaimana aku harus mendeskripsikan sosok itu dia terlalu absurd buatku tapi dia nyata. Laki-laki itu datang ke dalam hidupku seperti air hujan yang tiba-tiba turun di saat matahari terik. Tak terduga, penuh dengan kejutan. 

Oliver adalah sosok yang pertama kali aku temui saat masuk universitas, aku ingat pertama kali dia memanggilku
"Hey sorry nama lo siapa? anak sastra juga?" terdengar suara dari belakang tubuhku. 

Saat itu aku sedang mengantri untuk foto pembuatan kartu mahasiswa terdengar suara orang menyapa sambil menepuk bahuku dari belakang.

"Hey namaku freya, iyah aku sastra jepang. Kamu?" sambil berjabat tangan aku tersenyum melihat sosok laki-laki yang begitu tampan rupanya. 

"Gue Oliver, oh sastra jepang kalo gue sastra indonesia nih. Lo asli jogja yah?" 

"Iya aku asli jogja emangnya kamu asli mana?"

"Oh gue dari jakarta nih." 

Berawal dari pertemuan itulah aku menjadi dekat dengan Oliver, walaupun aku dan dia berbeda jurusan Oliver selalu menyempatkan waktu untuk mengobrol denganku di kampus. Kadang kalo aku sedang bosan di kost aku menghubungi dia untuk mengajaknya makan. Suatu ketika Oliver pernah mengajakku ke bukit bintang, tempat yang paling romantis di jogja dan biasanya banyak banget orang pacaran menjadikan tempat itu tempat favorit mereka. Aku ingat itu malam minggu terakhir di bulan desember. 

"Kamu ngapain ajak aku kesini liv?" 

"Gue cuma pengen kasih tau ke bintang yang di atas sana kalo ada bintang yang jatuh dari langit ke hati gue" jawab oliver sambil menunjukan ke atas langit.

Tiba-tiba suasana malam ini menghangat entah mengapa mukaku sepertinya memerah ketika Oliver mulai mendekat dan memandang wajahku begitu lekat. Belum pernah sekalipun ada lelaki yang berani berbicara denganku sedekat ini. Begitu hangat begitu dekat.

"Frey tau nggak perbedaan lo sama bintang yang ada di atas langit sana?"

Oliver menunjukan jarinya ke atas langit sambil terus menatap wajahku lekat, hampir saja bibirnya menyentuh bibirku sedikit lagi namun aku segera memalingkan wajahku. Aku tahu pasti mukaku sudah merah seperti apel karena aku belum pernah merasakan begitu dekat dengan seorang laki-laki dan Oliver lah orang pertama yang memperlakukanku seperti ini.

"Bedanya? hmm aku nggak tau liv."

Begitu polosnya aku menjawab membuat Oliver semakin gemas dan mencubit pipiku diiringi tawanya yang khas membuat hatiku semakin berdebar tak karuan. Oh Tuhan! Perasaan apa ini? batinku.

"Kalo bintang yang diatas sana kan menyinari langit malem ini kalo lo frey menyinari hati gue malem ini"

Oliver tersenyum menggodaku dan saat aku ingin mecubit pipinya karena kesal digoda olehnya tiba-tiba dengan cepat Oliver menarik tanganku dan memegang erat tanganku. Disematkannya cincin emas berbentuk bintang ke jemariku lalu dia tersenyum. 

"Frey karena kita lagi di bukit bintang ini gue kasih buat lo, dijaga ya! kalo lo lagi bosen atau takut pegang ajah cincin ini ntar gue pasti dateng"

Sambil menyeringai lebar Oliver menyematkan cincinnya padaku, aku tahu dia menahan tawa sungguh ini guyonan yang sudah tak terhitung berapa kalinya Oliver lakukan padaku. Dia penuh kejutan selalu ada hari-hari indah bersamanya. Namun dalam hati aku menginginkan sesuatu yang lebih darinya. 

"Oliver! guyonan apalagi sih ini hah? edisi malem minggu yah huuuuuu"

Kami berdua tertawa dengan riang dan Oliver melingkarkan tangannya ke tubuhku, mendekapku dengan hangat sambil melihat langit di atas bukit bintang. Aku bahagia malam itu walaupun di dalam hatiku ada rasa mengganjal tentang sikap Oliver yang begitu perhatian, hangat serta lembut padaku layaknya seorang kekasih.
***

Esok hari dikampus aku terburu-buru karena ada presentasi jam 08.00 dan aku baru sampai kampus pukul 07.45. Aku sedang tidak fokus berjalan dan tiba-tiba saja menabrak seseorang yang sedang berjalan berlawan arah denganku

“Woy ati-ati kalo jalan mba liat pake mata jangan pake idung!"

Kertas-kertas makalahku terjatuh semua karena tertabrak gadis itu, aku cepat-cepat membereskannya dan segera bangun untuk meminta maaf padanya.

“Sorry yah maaf banget tadi aku lagi nggak fokus buru-buru mau presentasi” .

Gadis itu hanya menyunggingkan senyum tipis yang rasanya seperti tidak ikhlas menerima permintaan maafku. Lalu dia pergi begitu saja dan aku segera berlari ke dalam kelas. Kemarin malam saat aku sedang berjalan di sekitar Malioboro aku melihat Oliver sedang berjalan dengan seorang gadis sambil merangkul tubuhnya mesra sekali. Entah siapa gadis itu aku hanya melihat dari kejauhan ketika Niki memanggilku untuk membeli wedang ronde, Oliver dan gadis itu sudah menghilang dari pandanganku. Aku baru tersadar kalau gadis yang aku tabrak tadi pagi adalah gadis yang bersama Oliver malam itu. Hari ini aku dan Oliver ada janji dengan Niki untuk hunting foto di Candi Prambanan namun tiba-tiba Oliver mengirim pesan kalau hari ini dia tidak bisa datang karena ada kuliah tambahan. Aku hanya mendengus kesal melihat layar handphoneku saat membaca pesan itu. 

“Kenapa si Oliver nggak dateng?  padahal viewnya udah oke banget nih buat foto prewedding selanjutnya” 

“Apaan sih kamu Nik emang aku sama Oliver mau nikah apa pake bilang foto prewed segala”

“Loh bukannya kalian pacaran? mesra gitu juga makanya gue seneng jadiin lo sama dia model jepretan gue”

Selama ini Niki hanya tahu kalau aku dan Oliver adalah sepasang kekasih karena pada awal aku mengenalkan Oliver padanya dia mengaku pacarku. Itu bukanlah pengakuan sebenarnya namun itu hanya bercandaan Oliver dan aku sudah terbiasa dengan itu walaupun kadang-kadang aku masih tak mengerti mengapa dia selalu memberi kode tanpa mau mengatakan sesungguhnya tentang perasaannya. Niki percaya saja dengan perkataan Oliver karena menurut dia aku dan Oliver pasangan yang cocok.

“Selama ini aku nggak pernah pacaran sama dia Nik"

“Maksud lo frey?”

“Waktu awal aku kenalin Oliver ke kamu itu dia cuma bercanda kalo dia itu pacar aku, kami cuma temenan ajah Nik”.

Aku mengatakan itu pada Niki dengan nada suara yang begitu melemah tanpa aku sadari ada bulir-bulir air mata yang menetes dan aku mulai merasa hatiku sakit.

“Frey loh kenapa lo jadi nangis gini? yah beneran batal dong photoshoot hari ini"

Niki segera mengusap air mata yang ada di pipiku, mengajakku untuk duduk dan bercerita apa yang sesungguhnya terjadi. 

“Jadi semua itu cuma bercandaan dan kalian nggak pacaran? tapi lo suka frey sama dia gitu? Oliver jahat banget sih frey sama lo dia tuh jadi cowok nggak peka apa gimana sih!”

“Aku cuma bisa diam Nik dan menyimpan perasaan yang nggak terbalaskan ini aku tahu ada orang yang disukai Oliver dan itu bukan aku”

“Maksud lo dia udah punya pacar gitu? Saran gue nih yah mending lo tanya kepastian Oliver tanyain ke dia kenapa bersikap seperti lo itu pacarnya. Jangan mau di PHPin ama cowok freyaaaaaaaa!”

Ucapan Niki yang kemarin di Prambanan itu seperti tamparan bagiku. Benar kata dia mengapa sampai sekarang aku masih terdiam dan tidak kunjung berani menanyakan apa yang sesungguhnya Oliver rasakan padaku. Apa dia menyukaiku sebagai teman atau lebih dari teman. Aku memutuskan untuk bertemu dengan Oliver di bukit bintang pukul 7 malam. Dengan sweater flowers pink pemberian Oliver saat aku ulang tahun bulan lalu aku menunggunya disana bersama bintang-bintang yang berkelap-kelip.
Tiba-tiba saja ada yang memelukku dari belakang. Oliver. 

“Udah lama nunggu gue disini ya frey?”

Oliver datang dengan suara yang begitu menggoda, aku membalikkan tubuhku ke hadapannya. Aku memberanikan diri untuk memandang wajahnya dan menatap matanya lalu tanpa aku sadari aku mengeluarkan kata-kata yang tidak sejalan dengan otakku.

“Selama ini kita udah habisin waktu bareng-bareng dan kamu selalu bersikap menganggapku lebih dari teman, sebenarnya perasaan kamu ke aku seperti apa sih liv?”. 

Oliver hanya tertawa saat aku berbicara begitu seriusnya. 

“Frey lo tumben banget tau nggak ngomong serius ke gue biasanya juga kan kita bercandaan frey nggak pernah beneran serius kaya gini”

Jadi kamu juga tidak benar-benar serius dengan perasaanmu, tidak serius dengan sikapmu lalu aku ini kamu anggap apa? batinku rasanya ingin menjerit seperti itu namun aku urungkan karena aku begitu malu dan takut kalau benar-benar salah paham atas semua sikap Oliver selama ini.

“Kita ini temenan Frey udah hampir satu tahun di kampus ya selamanya lo jadi temen gue malah sahabat gue. Soal sikap gue ke lo menurut gue wajar Frey toh semua cewek yang deket sama gue juga gue perlakuin kaya gitu”

Kata-kata Oliver begitu menusuk hatiku, aku seperti kehilangan keseimbanganku setelah mendengar pengakuannya. Aku kecewa. Jadi memang benar selama ini Oliver hanya menyebar seluruh kata-kata manis di hadapan seluruh wanita termasuk aku dan aku begitu bodohnya percaya bahwa Oliver menyukaiku lebih dari sekedar teman dekat. Aku salah telah menyukaimu Oliver. Semua itu hanya rangkaian kata dan itu seperti sebuah alarm untuk membuatku wake up to reality.
Aku pergi ke bukit bintang sendirian tanpa Oliver, kini aku menjauh dari Oliver setiap kali Oliver mencoba menghubungiku aku menghiraukannya dan saat berada di kampus pun aku mencoba menghindar darinya. Aku membuang cincin bintang pemberian Oliver dan aku menyadari bahwa perasaan suka bisa kapan saja datang dan bisa kapan saja pergi. Oliver datang dengan penuh kejutan dan sekarang aku tahu apa  sebenarnya kejutan itu. Itu adalah rangkaian kata.
***


Rabu, 13 November 2013

Chicken Soup from Klaten

Kemarin waktu hari selasa selesai pelajaran bunpo alias Tata bahasa jepang yang ga asik itu karena yang ngajar adalah Rani sensei seperti biasa aku dan 4 best classmate cihuuuuyyy nyari makan karena perut sudah mengajak perang untuk segera diisi. Di dalam mobilnya cici claudia kita berlima sibuk mau isi perut dengan apa siang ini so karena aku lagi craving banget sama sop ayam and finally sop ayam klaten di daerah banyumanik jadi penyelamat perut siang itu yeaaaaay I got it!!
Engga butuh waktu lama menuju warung sop yang ada di daerah banyumanik sekitar 15 menit kalo dari Undip tembalang ke banyumanik. Awalnya selama di Undip jarang banget bisa wisata kuliner trus di foto dan di posting di blog tapi karena temen-temenku yang sekarang ini asik-asik dan doyan banget makan so I'll start to capture moment when we eat something wherever whenever wkwkwkwk.



Namanya "SOP AYAM PAK MIN KLATEN" pasti penasaran kenapa namanya sop ayam pak min tapi di bawahnya ada tulisan pak tri. Saya juga engga paham siapa sebenernya ownernya pak min atau pak tri hahahaha. Okey back to again kalo dari luar warung makan sop ini terlihat biasa saja, terletak diantara ruko ruko yang ada di sekitar perumahan setiabudi banyumanik. Pertama kali tahu tempat ini dari claudia dan saya langsung jatuh cinta dengan rasa sop ayam ini. Mengapa? Karena mengingatkan dengan sop buatan mamah di rumah oh my godness I really missing my mother so bad :(



   Di depan pintu masuk kita sudah disambut dengan banyaknya mangkok-mangkok sop yang siap di hidangkan kepada pelanggan. Sudah di isikan bermacam-macam daging dan uritan serta ceker ayam. Si bapak pembuat sopnya sangat cekatan juga sangat ramah melayani kami sebagai pembeli.



Harga sop disini juga cukup terjangkau untuk kantong mahasiswa seperti saya ini hehe. Kemarin itu saya memesan nasi sop pisah paha, pertama kali makan disini saya pesannya nasi sop pisah daging saya pikir paha yang lebih banyak dagingnya ternyata saya keliru dagingnya tidak memuaskan. Tapi saya senang karena yang membuat sop ini enak adalah kuah kaldunya yang begitu terasa. Cici claudia ajah bisa pesen dua mangkok hahaha.


    Nasi sop pisah paha ini pilihan saya kemaren siang. Rasa kaldunya cocok sekali dilidah, sop ini terlihat seperti kosong dan tak berwarna tanpa sayur-sayuran seperti kentang dan wortel. Awalnya saya kira sop ayam klaten ini sama seperti sop kebanyakan yang di jual di jakarta. Ternyata tidak, sop ayam ini ya memang benar-benar sop kaldu dengan daging ayam tanpa isi sayuran. Hanya daun bawang saja yang jadi penambah warna di mangkoknya. Unik kan ? Harus coba makanya hehehe
     


    Ini sop daging dengan uritan. Uritan adalah telor yang hampir jadi rasanya enak kenyal kenyal seperti jelly dan ini wajib dicoba karena efeknya nagih banget yuuummmmyyy :):)







Sop Ayam Pak Min Klaten 
Jl. Jatiraya A-6 Banyumanik, Semarang

Selasa, 12 November 2013

I called they're friends :)

Hello my blog long time no see I have a many stories and I'll share it. You know I'm college student now!!!!!!!! yeaaaayss *drumroll *pompom. Yes finally I becoming Diponegoro University student in Japanese Literature. One choice difficult in my life but I very happy because Allah still give me chance again hmm maybe the last chance, second, third, forth and I don't understand again why this happening. So  I'm very pround of me you know after the bad day and bad nightmare I still passioned to follow test university hahahaha. Can you believe me it's true suddenly my sister call me and said "hey congratulation finally you can go on to college student in Undip" Oh my Godddd it's very surprising me so glad much. Really first heard that news I can't believed and now I believe because I was 3 month becoming Undip student hehehehe.
In Undip I find many people, many culture in Indonesia from Sabang to Marauke many kind language, many kind colors body and many more.  I get Class D in Japanese Literature  in Class D I find many friends it's very interesting and happily moment.
 
      
      


   Everytime I and my friends always capture moment with camera hahaha we are sooooooo Narsis yeaaay! I have many friends in japanese literature but my classmate always beside in outdoor and out class that is marisa, peni and noora. But for now I always get this moment in daily with noora, rina, rani and claudia. They're a new friends for me but they is classmate too.


    With noora and rina you know in this photo we are waiting for obake that is "Ghost House" in Japan when ORENJI Japanese literature present in FIB Undip Sunday November 03 2013. There is moment I have use hijab Alhamdulillah :)


     I love this photo because we're like two sister with the greatest smile and style when we capture in camera wkwkwkwk :D

     
    Rina is first friend which I find in "PMB" is Penerimaan Mahasiswa Baru. She's a funny girl and she's javanese people. She have a good attitude and she's very friendly same to Noora, Rani and Claudia so I feel happy to becoming they're friend for me. 

Selasa, 29 Oktober 2013

iPad is a good choice!

Long time no see my blog. I want to share my colecction picture in my Ipad. It was full memory so I'll share it. Many story at the picture , every I capture always thinking to better smile at shoot cameras. This each my capture ... 
Sometimes I use many editing photo application like camera 360 is famous camera, that's camera make you beautiful very fast ahaha everybody said that. Also I like fotorus, photobooth, pics art, instatext and many more editing photo in my iPad.
You know I very like it this things because iPad is multifunction things for me as you too right?
iPad not just your gadget and always you put in your hand to share your activity in Social Media like twitter, Path, Instagram, Pinterest, Facebook, Line but iPad can help you about your homework, office work, college work, you can search adresss or location with google maps you can download in App Store. Many things you have in iPad so I'm very very very thanks for God give me the opportunity to have this special surprise gift for you. I'll become to smarter girl and talented teenangers with my Gadget. I don't wanna make my life become flat  because I didn't use gadget with good attitude.



With PIP Camera in FotoRus you can download this application in App Store.


Krasivaya devuskha in Instatext 


Sexy Lips Effect in Camera 360 faster beautiful pictures in your face girls 


PopBooth with a square photo make a lighter effect and many effect if you want have to you

Add text and icon sweetest in your photo with Instatext guys 

Selasa, 04 Juni 2013

Kepada kamu, Rindu itu...

Mungkin benar juga kita perlu waktu untuk tidak bersua, tapi sejenak saja mungkinkah tidaklah salah aku pendam dulu rasa rindu. Biarkan hati ini merintih dan meratap. Tapi sejenak saja, lalu untuk selamanya kita berpayung dalam satu cinta! Aku terusik kangen yang menelusup di setiap kedip mata. Satu tahun menapak jejak bersama, telah memagut getarku tak bersisa, sepertinya. Biarkan saja semua berjalan tanpa rekayasa. Seperti sejak pertama rasa itu diam membisu. Lalu, perlahan mengetuk pintu hatimu dalam damba tak bersyarat.

Semestinya tak kutelantarkan rindu yang terus menggugat hingga pagi. Andai saja tak ada jarak yang mengunci langkah kaki, ingin segera kusandarkan semua gelisah dan gundahku pada harum tubuhmu. Menebar keteduhan, meremas kecemasan, meninabobokan tangis semalaman.....
Mengais lagi serpihan kata rindu yang kau cecapkan di tepian pagi. Betapa kuingin mendengarkan beribu kali seperti inginku yang selalu dahaga ingin mendekap dan rebah di dadamu. Luruh dalam magismu dan bertekuk pasrah dalam hatimu, satu.

Di dekatmu rinduku tumpah. Mengeja detik yang berlalu dengan kemesraan yang menggugah indah. Memapah bahagia satu demi satu tanpa jengah. Berdua kita saling meluruhkan kata yang terucap dari palung hati terdalam. Menasbihkan rindu yang lama tersembunyi dalam diam tunduk reduh pada keakuan perasaan. Aku tak pernah bisa marah, karena bagiku kau adalah anugerah terindah yang mendekap barisan hariku penuh bahagia tumpah ruah. Sepotong senyum yang kau titipkan pada arakan senja menghapus kesalku jadi tawa merekah. Dan rinduku tiba-tiba dipenuhi keindahan yang berlimpah.

Rabu, 29 Mei 2013

Summer and Autumn for Red Velvet

Dua manusia dengan pikiran yang berbeda menyatu menjadi satu. Apakah itu kita? apakah itu sebuah red velvet cupcakes yang mencair karena sinar matahari di siang hari? aku tak paham. Tolong bantu aku untuk menemukan jalan keluar dari labirin yang menyiksa setiap kali aku melangkah. Tolonglah sejenak saja kamu mengerti jalan yang aku tempuh untuk menemukanmu sangatlah sulit. Cepat pulang jangan pergi lagi aku sudah lelah menunggu pelangi setelah hujan yang kadang kala warnanya tak muncul berwarni-warni seperti pertama kali mata itu memandangku. Rapuh hati ini seperti daun-daun ketika musim gugur dan siap membeku di kala musim dingin akan datang. Aku tahu dirimu bukanlah orang yang tepat untuk ditunggu, dan cinta ini tak layak untuk di pertahankan. Aku mencintai seseorang yang salah sepertinya.

Apakah itu dirimu? aku tak paham. Pahami aku, ajari aku untuk mengerti tentang maksudmu. Bawa aku ke dalam pikiranmu biar aku tahu maksud tatapanmu apa. Kadang kala aku mengabaikanmu, kadang kala aku mencari-carimu, kadang juga aku mengabaikan perkataan mereka tentang dirimu. Tidak ada yang salah tentang perasaan ini bahkan mereka tidak  punya hak untuk melarang aku mempertahankan sebuah hal yang memang aku sadari ini....................................................KONYOL!!

Lupakan! Lupakan apa yang aku katakan tentang mereka. This is my story. Setiap cinta punya cerita dan setiap cerita punya endingnya masing-masing. Kita apa? happy ending? sad ending? entahlah complicated pastinya. Perasaan itu tidak akan mungkin bisa dibohongi dan itu terbukti pada kita. Sejauh apapun kita pergi dan menghindar entah mengapa tuhan membawa takdir untuk mempertemukan kita kembali. Salah siapa? salah tuhan? bukan. Salah kita? bukan. Semua ini tidak pernah salah bahkan cinta itu tidak pernah salah untuk mempersatukan dua manusia yang sama-sama memiliki sifat keegoisan yang tinggi.

Aku akan menari disini, dihatimu. Sampai kamu menemukanku dan pahamilah aku tak akan menunggu, ya aku tak akan menunggumu. Aku mau takdir yang membawa kita menyatu tanpa perlu aku menunggu kamu datang. Tapi aku mohon cepatlah pulang cepatlah kembali karena aku takut musim gugur itu akan datang lagi dan hatiku siap membeku di kala musim dingin. Saat Autumn tiba aku berharap kamu datang untuk mencairkannya. Jangan takut aku mohon masih banyak waktu yang tersisa sebelum penyesalan terbesar datang lagi pada kita. Jangan takut untuk mencoba kembali karena musim semi akan selalu hadir saat kita bahagia nanti.

Bahagia memang hanya kita yang bisa menciptakan namun kita tidak pernah bisa menolak takdir yang telah diberikan tuhan. Itu anugerah terindah dalam hidup kita. Aku mau kamu dan cita-citamu datang disaat yang tepat pada musim semiku. Aku tak akan menanti aku juga akan berhenti berharap padamu. Namun dalam hati ini aku percaya tuhan akan mengirimmu suatu hari nanti dengan ucapanmu yang selalu membekas disini. Dihatiku. Aku mencintaimu red velvet.

Minggu, 19 Mei 2013

ilalang

Sepertinya aku selalu lupa untuk mengabadikan segala hal yang harusnya tak terlupakan jadi malah terlupakan. Aku lupa terus untuk memposting hal-hal yang sebenarnya patut untuk di share hahaha. So ini adalah kegiatan photoshoot bersama fotografer freelance yang engga sengaja menemukan aku dan sahabatku windy di PRJ , tapi kalo sama sahabatku udah kenal dekat. Om Robertus atau biasa aku sama windy panggil Om bejo haha entah kenapa orang ini mau di bilang bejo. Hasil jepretannya yang bagus sebagai fotografer freelance patut diacungin jempol. Check these out!



entah sejak kapan suka difoto, tapi tiap kali di foto sama orang pengennya gaya terus haha. Dibilang fotogenic banget sih engga cuma fotografi itu seru! :D



 
Pas di foto diantara ilalang -ilalang ini rasanya panas sekali dan selesai photoshoot rasanya dehidrasi. Mungkin si ilalang ini menyerap energi terlalu banyak dari tubuh manusia. Entahlah benar atau tidak yang jelas aku seneng foto-foto ini bisa tercetak dengan hasil yang bagus.
Hari itu aku  memilih style yang sangat simple dengan balutan kemeja putih berbahan chiffon aku  padukan dengan printed pants polkadot dan beberapa aksesoris seperti bandana, bangles dan rings. Untuk alas kakinya aku milih pakai high heels warna broken white yang tingginya hanya 7cm. Aku cukup menyukai style seperti vintage karena tidak harus menambahkan banyak effort sudah terlihat elegant walau terkesan old school.


I missing about this moment :"

Oh iya aku juga hampir lupa cerita waktu acara photoshoot ini berlangsung aku serta merta mengajak pacarku, sekarang sudah mantan  haha sudah lah aku engga mau galau kalo cerita tentang masa lalu tapi memang setiap kali ada phoshoot pasti pacar selau menemani dan siap menjadi objek jepretan fotografer. Sudah 3 kali photoshoot dan aku suka sekali sama foto yang ini, disini pandangan dia seperti berbicara tatapannya begitu dalam seoleh -olah dia benar-benar mencintaiku. Aku selalu merindukan kenangan seperti ini namun sekarang hanya bisa memandangi lewat foto ajah engga bisa lebih.