Rabu, 29 Mei 2013

Summer and Autumn for Red Velvet

Dua manusia dengan pikiran yang berbeda menyatu menjadi satu. Apakah itu kita? apakah itu sebuah red velvet cupcakes yang mencair karena sinar matahari di siang hari? aku tak paham. Tolong bantu aku untuk menemukan jalan keluar dari labirin yang menyiksa setiap kali aku melangkah. Tolonglah sejenak saja kamu mengerti jalan yang aku tempuh untuk menemukanmu sangatlah sulit. Cepat pulang jangan pergi lagi aku sudah lelah menunggu pelangi setelah hujan yang kadang kala warnanya tak muncul berwarni-warni seperti pertama kali mata itu memandangku. Rapuh hati ini seperti daun-daun ketika musim gugur dan siap membeku di kala musim dingin akan datang. Aku tahu dirimu bukanlah orang yang tepat untuk ditunggu, dan cinta ini tak layak untuk di pertahankan. Aku mencintai seseorang yang salah sepertinya.

Apakah itu dirimu? aku tak paham. Pahami aku, ajari aku untuk mengerti tentang maksudmu. Bawa aku ke dalam pikiranmu biar aku tahu maksud tatapanmu apa. Kadang kala aku mengabaikanmu, kadang kala aku mencari-carimu, kadang juga aku mengabaikan perkataan mereka tentang dirimu. Tidak ada yang salah tentang perasaan ini bahkan mereka tidak  punya hak untuk melarang aku mempertahankan sebuah hal yang memang aku sadari ini....................................................KONYOL!!

Lupakan! Lupakan apa yang aku katakan tentang mereka. This is my story. Setiap cinta punya cerita dan setiap cerita punya endingnya masing-masing. Kita apa? happy ending? sad ending? entahlah complicated pastinya. Perasaan itu tidak akan mungkin bisa dibohongi dan itu terbukti pada kita. Sejauh apapun kita pergi dan menghindar entah mengapa tuhan membawa takdir untuk mempertemukan kita kembali. Salah siapa? salah tuhan? bukan. Salah kita? bukan. Semua ini tidak pernah salah bahkan cinta itu tidak pernah salah untuk mempersatukan dua manusia yang sama-sama memiliki sifat keegoisan yang tinggi.

Aku akan menari disini, dihatimu. Sampai kamu menemukanku dan pahamilah aku tak akan menunggu, ya aku tak akan menunggumu. Aku mau takdir yang membawa kita menyatu tanpa perlu aku menunggu kamu datang. Tapi aku mohon cepatlah pulang cepatlah kembali karena aku takut musim gugur itu akan datang lagi dan hatiku siap membeku di kala musim dingin. Saat Autumn tiba aku berharap kamu datang untuk mencairkannya. Jangan takut aku mohon masih banyak waktu yang tersisa sebelum penyesalan terbesar datang lagi pada kita. Jangan takut untuk mencoba kembali karena musim semi akan selalu hadir saat kita bahagia nanti.

Bahagia memang hanya kita yang bisa menciptakan namun kita tidak pernah bisa menolak takdir yang telah diberikan tuhan. Itu anugerah terindah dalam hidup kita. Aku mau kamu dan cita-citamu datang disaat yang tepat pada musim semiku. Aku tak akan menanti aku juga akan berhenti berharap padamu. Namun dalam hati ini aku percaya tuhan akan mengirimmu suatu hari nanti dengan ucapanmu yang selalu membekas disini. Dihatiku. Aku mencintaimu red velvet.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar